Efek Perang Timur Tengah: UMKM Keluhkan Harga Plastik Naik dari Rp36.000 Jadi Rp54.000 per Kilo

Foto : Chief Executive Officer (Ceo) Kerupuk & Kemplang Palembang 



Duri (khabarsumatranews.com) - Pelaku UMKM mengeluhkan kenaikan harga plastik dari Rp36.000 menjadi Rp54.000 per kilogram akibat dampak konflik di Timur Tengah.

Kenaikan harga bahan baku plastik yang signifikan mulai dirasakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Harga plastik yang sebelumnya berkisar Rp36.000 per kilogram kini melonjak hingga Rp54.000 per kilogram, diduga sebagai dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Terjadi kenaikan harga bahan baku plastik yang cukup tajam di pasaran, mencapai sekitar 50 persen dari harga sebelumnya.

Kenaikan ini dikeluhkan para pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang produksi makanan, minuman, dan kemasan.

Dodi, seorang pengusaha kerupuk kemasan, mengaku sangat terdampak oleh kenaikan harga tersebut.

“Sekarang harga plastik naik drastis, dari Rp36 ribu jadi Rp54 ribu per kilo. Kami pelaku usaha kecil jelas sangat terbebani karena biaya produksi ikut melonjak. Kalau harga jual dinaikkan, takut pembeli berkurang,” ujar Dodi, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi ini memaksa pelaku UMKM untuk berpikir keras agar usaha tetap berjalan.

“Kami terpaksa mencari cara lain, seperti mengurangi penggunaan plastik atau mencari bahan alternatif. Tapi tetap saja kualitas dan daya tahan produk jadi pertimbangan,” tambahnya.

Kenaikan harga mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia, hingga ke tingkat distribusi lokal yang langsung menyasar pelaku usaha kecil.

Lonjakan harga dipicu terganggunya rantai pasok bahan baku plastik global yang bergantung pada industri petrokimia di kawasan Timur Tengah. Konflik menyebabkan distribusi tersendat dan biaya produksi meningkat.

Pelaku UMKM terpaksa menyesuaikan strategi usaha, mulai dari mengurangi penggunaan plastik, menaikkan harga jual produk, hingga mencari alternatif bahan kemasan untuk menekan biaya produksi. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama