![]() |
| Foto: Mahasiswi Universitas Lampung melakukan pengujian inovasi kemasan ramah lingkungan berbahan limbah kulit kakao di laboratorium, (Ist, Radar Lampung.co.id) |
Bandar Lampung (khabarsumatranews.com) – Lima mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengembangkan inovasi kemasan ramah lingkungan berbasis limbah kulit kakao sebagai pengganti plastik sekali pakai, sebagaimana dilansir RadarLampung.co.id, Sabtu, (31/1/26).
Lima mahasiswa Universitas Lampung (Unila) berhasil mengembangkan inovasi biodegradable film berbahan dasar limbah kulit kakao sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan untuk menggantikan plastik sekali pakai.
Inovasi tersebut digagas oleh Fitri Nuraini Fadila, Wulan Nur Aisyah, Dea Meranda, Gustaf Triyoga, dan Zaskia Rahma Andini, dengan pendampingan dosen Esa Ghanim Fadhallah, S.Pi., M.Si.
Pengembangan inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya permasalahan sampah plastik di Indonesia yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, pemanfaatan limbah agroindustri kakao dinilai masih belum optimal.
Fitri Nuraini Fadila menjelaskan bahwa ide pembuatan kemasan ramah lingkungan tersebut berangkat dari keresahan terhadap dampak negatif plastik terhadap lingkungan. Ia juga menyoroti besarnya potensi limbah kulit kakao yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Permasalahan sampah plastik di Indonesia sangat tinggi dan sulit terurai sehingga berpotensi mencemari lingkungan,” ujar Fitri.
Ia menambahkan, selama ini pemanfaatan buah kakao lebih banyak berfokus pada bijinya, sementara kulit buah kakao mencapai sekitar 75 persen dari total bobot buah dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Kulit kakao diketahui mengandung lignoselulosa yang berpotensi digunakan sebagai bahan penguat polimer dalam pembuatan kemasan ramah lingkungan.
“Karena itu kami mengembangkan biodegradable film sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan berbasis limbah kulit kakao,” lanjutnya.
Melalui inovasi ini, para mahasiswa berharap dapat membuka peluang pengembangan industri kemasan ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal sekaligus berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik di Indonesia. (net/red)
