Bazar Imlek 2577 di Nyirih Dongkrak UMKM, Perputaran Uang Capai Puluhan Juta per Malam

Foto: Dok. khabarterkini.com


Pangkalannyirih-Rupat (khabarsumatranews.com) – Bazar Imlek 2577 Kongzili yang digelar Pemerintah Desa Pangkalan Nyirih di Lapangan Sepak Bola Desa Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat, awal Februari 2026, tak sekadar menjadi hiburan rakyat. Kegiatan tahunan ini terbukti menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah setiap malam.

Pantauan media pada Sabtu malam (14/2/26) sekitar pukul 21.05 WIB, ratusan warga memadati lokasi bazar. 

Area lapangan dipenuhi puluhan stan UMKM yang menjual aneka kuliner, minuman, mainan anak, hingga kebutuhan rumah tangga. Sorotan lampu hias di setiap lapak menciptakan suasana semarak dan menarik pengunjung dari berbagai desa sekitar.

Omzet Pedagang Melonjak Hingga 3 Kali Lipat

Sejumlah pedagang mengaku mengalami lonjakan omzet signifikan dibandingkan hari biasa.

“Kalau malam biasa paling ratusan ribu. Saat bazar bisa tembus Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per malam, tergantung ramai pengunjung,” ujar salah seorang pedagang makanan ringan.

Berdasarkan pengakuan pedagang dan estimasi di lapangan, rata-rata omzet tiap lapak berkisar Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta per malam. Jika jumlah stan mencapai puluhan unit, total perputaran uang diperkirakan menyentuh angka Rp20 juta hingga Rp40 juta per malam.
Angka tersebut menunjukkan dampak langsung kegiatan terhadap pelaku usaha kecil di desa.

Sektor Penginapan Ikut Terdongkrak

Dampak ekonomi tidak hanya dirasakan pedagang. Pelaku usaha penginapan di sekitar lokasi juga merasakan peningkatan okupansi.

“Biasanya setahun sekali saat Imlek bisa satu sampai dua minggu ramai. Selain Imlek, juga saat perayaan kemerdekaan. Tamu penginapan ikut meningkat,” kata Uni, pemilik penginapan di sekitar lokasi.
Lonjakan kunjungan warga dan perantau yang pulang kampung saat Imlek turut mendorong sektor jasa pendukung lainnya.
Agenda Sosial Sekaligus Strategi Ekonomi Desa

Bazar Imlek merupakan agenda rutin desa menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Selain menjadi ruang interaksi sosial lintas etnis dan generasi, kegiatan ini dinilai efektif sebagai strategi pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Kegiatan dijadwalkan hingga beberapa hari menjelang puncak perayaan Imlek dengan tetap mengutamakan ketertiban serta kenyamanan pengunjung. (kt/red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama