Palembang (khabarsumatranews.com) - Seluruh jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tersambung penuh dan terintegrasi dengan Tol Trans Jawa, waktu tempuh perjalanan darat Pekanbaru–Jakarta diperkirakan akan berkurang secara signifikan.
Penyelesaian penuh jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya ruas utama Pekanbaru–Bakauheni yang terhubung dengan Tol Trans Jawa, diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan darat Pekanbaru–Jakarta secara signifikan.
Sebagaimana dilansir harianmuba.com jaringan Disway, berdasarkan estimasi progres pembangunan tol periode 2025–2026, perjalanan lintas pulau tersebut diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 18 hingga 22 jam.
Waktu tempuh ini jauh lebih singkat dibandingkan kondisi saat ini yang masih mengandalkan jalur non-tol atau kombinasi tol dan jalan nasional, dengan durasi perjalanan mencapai 28 jam bahkan lebih dari satu hari.
Pemangkasan waktu perjalanan ini dinilai menjadi titik balik bagi mobilitas orang dan distribusi barang. Selama ini, jalur Lintas Timur Sumatera kerap mengalami kepadatan lalu lintas, terutama akibat tingginya volume kendaraan logistik dan angkutan antarprovinsi.
Dengan terhubungnya jaringan tol secara penuh, arus kendaraan diperkirakan akan lebih lancar dan terdistribusi secara merata, sehingga mengurangi beban lalu lintas di jalur nasional.
Pembangunan JTTS sendiri hingga kini masih terus dikebut, terutama pada ruas strategis Lampung–Palembang–Jambi–Riau. Salah satu proyek penting adalah Tol Lingkar Pekanbaru yang ditargetkan rampung pada tahun 2026, guna memperkuat konektivitas antarruas tol utama di Sumatera bagian tengah.
Perhitungan estimasi waktu tempuh tersebut juga telah memperhitungkan durasi penyeberangan ferry Bakauheni–Merak, yang rata-rata memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam. Dengan sistem penyeberangan yang semakin tertata, integrasi tol Sumatera dan Jawa diharapkan dapat berjalan lebih efisien.
Meski demikian, faktor kepadatan lalu lintas tetap menjadi variabel yang berpengaruh. Pada periode tertentu, seperti arus mudik dan libur nasional, waktu tempuh perjalanan masih berpotensi mengalami peningkatan.
Namun secara umum, konektivitas tol yang terhubung penuh dinilai memberikan kepastian waktu perjalanan yang lebih terprediksi dibandingkan jalur konvensional.
Dengan terwujudnya koneksi penuh JTTS, perjalanan darat Pekanbaru–Jakarta tidak lagi sekadar menjadi alternatif, melainkan berpotensi menjadi pilihan utama yang lebih efisien.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga sektor logistik, distribusi barang, serta perekonomian regional yang semakin terintegrasi antarwilayah.(red)
