![]() |
| Foto: Pertemuan Resmi Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Pimpinan Asian Infrastructure Investment Bank, (Via Instagram) |
Dumai (khabarsumatranews.com) – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, berhasil mengamankan komitmen pendanaan senilai US$17 miliar atau sekitar Rp276 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional periode 2025–2029.
Selama kunjungan kerja selama dua hari di Beijing, Tiongkok, Purbaya melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan Kementerian Keuangan China, People’s Bank of China (PBOC), AIIB, serta para investor internasional guna memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Purbaya mengungkapkan hasil pertemuan tersebut berjalan sangat baik. Salah satu capaian penting dalam kunjungan itu adalah dukungan penuh Pemerintah Tiongkok terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan domestik negara tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, pada Rabu (24/6/26). Purbaya menyampaikan bahwa dukungan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan Pemerintah Tiongkok terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
"Dukungan ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia," ujar Purbaya.
Menurutnya, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melakukan diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional agar tidak bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar keuangan tertentu.
Langkah diversifikasi pembiayaan tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan fiskal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai berbagai tantangan dan ketidakpastian.
Dengan memperluas akses ke berbagai sumber pendanaan internasional, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus mengelola risiko pembiayaan secara lebih optimal.
Selain itu, penerbitan Panda Bond juga diharapkan dapat memperluas basis investor Indonesia di pasar internasional, khususnya di kawasan Asia. Kehadiran instrumen tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan fleksibilitas pengelolaan pembiayaan negara.
https://www.khabarsumatranews.com/2026/06/ihsg-melonjak-459-persen-ke-level.html
Dalam agenda yang sama, Purbaya juga melakukan pertemuan bilateral dengan jajaran pimpinan AIIB. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen pendanaan senilai US$17 miliar yang akan dialokasikan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan strategis Indonesia selama periode 2025–2029.
Komitmen tersebut menjadi salah satu capaian utama dalam kunjungan kerja Menkeu ke Beijing. Dukungan pembiayaan dari AIIB menunjukkan bahwa lembaga keuangan multilateral tersebut tetap menaruh kepercayaan tinggi terhadap kondisi fiskal dan prospek ekonomi Indonesia.
Dana yang telah dikomitmenkan itu direncanakan untuk mendukung berbagai sektor prioritas pembangunan, termasuk infrastruktur, konektivitas, penguatan layanan publik, serta proyek-proyek yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Tidak hanya dukungan pembiayaan, Indonesia juga memperoleh sinyal positif terkait penguatan kerja sama kelembagaan dengan AIIB. Dalam pertemuan tersebut, AIIB menyampaikan minat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta.
Keberadaan kantor perwakilan AIIB di Indonesia diyakini akan mempermudah koordinasi antara pemerintah dan lembaga pembiayaan internasional tersebut. Selain itu, proses perencanaan, pengawasan, hingga pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
"Selain dukungan pembiayaan, Indonesia juga memperoleh sinyal positif terkait rencana ekspansi AIIB di Tanah Air. AIIB menyampaikan minat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta guna memperkuat kerja sama dan meningkatkan efektivitas koordinasi pelaksanaan proyek-proyek yang didukung oleh lembaga tersebut, sehingga semakin mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan AIIB," ungkap Purbaya. (red)


0 Komentar