Investor AS Dominasi Global Bond Danantara, Rosan: Bukti Kepercayaan Dunia terhadap Indonesia

Foto: CEO BPI Danantara Rosan Roeslani (Akun FB)



 JAKARTA, (khabarsumatranews.com) – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mencatat tingginya kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia melalui penerbitan obligasi global (global bond) perdananya. Hal itu tercermin dari besarnya minat investor asing yang bahkan membuat obligasi tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) lebih dari tiga kali.

Ketua BPI Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa komposisi investor penerbitan obligasi Danantara menunjukkan tren yang berbeda dibandingkan penerbitan obligasi Indonesia pada umumnya.

"Untuk tenor lima tahun, sekitar 38 persen investornya berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa dan Timur Tengah, serta 21 persen dari Asia," ujar Rosan, dilansir dari kompas tv, Senin (15/6/26).

Sementara itu, untuk obligasi tenor 10 tahun, investor dari Amerika Serikat mendominasi dengan porsi mencapai 52 persen, disusul Eropa dan Timur Tengah sebesar 31 persen, serta Asia 17 persen.

Menurut Rosan, kondisi tersebut merupakan hal yang tidak biasa. Pasalnya, secara historis obligasi Indonesia lebih banyak diminati investor asal Asia.

"Biasanya penerbitan obligasi Indonesia peminatnya kebanyakan dari Asia. Namun kali ini justru kebalikannya, pembeli terbesar berasal dari Amerika Serikat," katanya.

Ia menilai tingginya minat tersebut menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia masih sangat baik.

"Kepercayaan market, kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia itu sangat baik. Ini tercermin dari kesediaan mereka membeli global bond Danantara," ujarnya.

Rosan juga mengungkapkan bahwa sejumlah investor menyatakan minat untuk berpartisipasi apabila Danantara menerbitkan instrumen obligasi dengan tenor lebih panjang, bahkan hingga 30 tahun.

Dalam penerbitan tersebut, obligasi tenor lima tahun ditawarkan dengan imbal hasil (yield) sebesar 5,35 persen, sedangkan obligasi tenor 10 tahun menawarkan yield 5,95 persen.

"Alhamdulillah responsnya positif. Ini dibuktikan dengan tingginya peminat dari obligasi yang kita terbitkan," kata Rosan.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut cukup membanggakan mengingat Danantara merupakan lembaga yang relatif baru berdiri sekitar satu setengah tahun lalu.

"Kalau dibandingkan dengan sovereign wealth fund lainnya, yield yang kita tawarkan relatif sama atau bahkan lebih rendah. Ini membuktikan Danantara memiliki kredibilitas yang baik," ujarnya. (red)

Posting Komentar

0 Komentar