Dumai (khabarsumatranews.com) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren pemulihan setelah sempat mengalami tekanan tajam pada perdagangan berikutnya. Setelah menyentuh level 5.491,18 pada 8 Juni 2026 atau turun 2,98 persen, IHSG berhasil bangkit dan ditutup menguat hingga kisaran 5.902, pada Kamis sore, (11/6/26).
Berdasarkan data Google Finance, IHSG pada 8 Juni 2026 tercatat berada di level 5.491,18 dengan pelemahan 166,82 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Namun, sentimen positif mulai kembali mendorong pasar sehingga pada 10 Juni 2026 IHSG melonjak hingga ditutup di level 5.902,38.
Pada perdagangan 11 Juni 2026, IHSG memang kembali terkoreksi tipis 0,28 persen atau 16,34 poin ke level 5.886,03. Meski demikian, posisi tersebut masih menunjukkan adanya pemulihan dibandingkan saat indeks berada di titik terendahnya beberapa hari sebelumnya.
Sejumlah emiten menjadi penopang penguatan indeks, terutama saham-saham berkapitalisasi besar, kelompok BUMN, emiten konglomerasi, serta sektor energi. Saham seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Petrosea Tbk (PTRO) termasuk yang mendapat perhatian pelaku pasar.
Pengamat menilai kenaikan IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya meningkatnya kepercayaan investor terhadap langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar, penguatan nilai tukar rupiah, meredanya tekanan dari harga komoditas global, serta aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan yang dinilai sudah berada pada level menarik.
Selain faktor domestik, sentimen global juga turut memengaruhi arah pergerakan pasar. Kebijakan bank sentral dunia, perkembangan geopolitik, hingga arus dana asing masih menjadi perhatian utama investor dalam menentukan keputusan investasinya.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan ekonomi dan sentimen global karena volatilitas IHSG diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (*)
.png)